OJK & MM UI Sepakati Sinergi Keuangan Syariah ke Sektor Riil

 

Jakarta, 2 Mei 2017. Saat ini, Indonesia telah memiliki industri keuangan syariah yang lengkap. Hal ini dapat dilihat dari sisi kelembagaan syariah yang lengkap yang terdiri dari perbankan syariah, pasar modal syariah dan industri keuangan non bank syariah.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad, Ph.D di Sharia Economic Outlook 2017 Magister Manajemen Universitas Indonesia (MM UI), Selasa (2/5).

“Per Februari 2017, total aset keuangan syariah Indonesia di luar Saham Syariah sudah mencapai sekitar Rp897,1 Triliun. Paling besar disumbang ektor perbankan syariah yang mencapai sekitar separuhnya,” jelas Muliaman.

Text Box: Syariah Tumbuh Positif. Landscape Keuangan Syariah Indonesia, tidak termasuk saham syariah (OJK, 2017).Potensi pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia di masa depan masih akan positif. Didukung oleh Mayoritas penduduk Indonesia beragama muslim dan masih dalam usia muda, sektor ekonomi syariah Indonesia menyimpan potensi besar.

Hal ini dapat menjadi peluang bagi sektor keuangan syariah Indonesia untuk menyediakan produk dan jasa keuangan syariah yang variatif & inovatif sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sinergi Syariah ke Sektor Riil

Direktur MM UI Dr Harryadin Mahardika menjelaskan bahwa tantangan ekonomi syariah di masa depan adalah sinergi ekonomi syariah ke sektor riil yang sudah ada dalam perekonomian Indonesia. Meski klasik, soal kurangnya kuantitas dan kualifikasi sumber daya manusia masih perlu jadi perhatian semua pihak.

Profesi aktuaris menjadi salah satu jenis SDM penting dalam industri keuangan yang perlu terus diperkuat. Profesi penting dalam menyediakan analisis risiko dalam pengambilan keputusan di industri.

“MM UI siap bekerjasama dengan OJK dan lembaga keuangan lainnya untuk soal SDM ini. MM UI mendukung pengembangan ekonomi syariah dengan memperbanyak tenaga ahli dan mendorong industri riset pendukung. Berbagai alumni kami di pemerintahan dan swasta telah ikut mendorong kinerja ekonomi Indonesia,” jelas Harryadin.

Dalam kesempatan sama, OJK dan MM UI menyepakati bahwa untuk mempercepat akselerasi pertumbuhannya, keuangan syariah perlu disinergikan dengan sektor riil. Potensi besar keuangan syariah sedang disinergikan setidaknya dalam empat strategi.

Pertama, sinergi keuangan syariah ke industri yang halal seperti makanan, busana dan wisata. Lalu keuangan syariah juga sudah mulai mendukung pembangunan infrastruktur Indonesia. Enam bank syariah tercatat telah melakukan sindikasi pembiayaan pembangunan jalan tol Soreang-Pasir Koja (Soroja) sebesar Rp834 M. Ketiga, membuka akses keuangan syariah ke perkembangan teknologi dan gaya hidup masyarakat modern. Dan terakhir membuka akses keuangan bagi masyarakat pra sejahahtera dan pedesaan.(*)