GNW 2017, Indosat Ooderoo, Deva Rachman

Peran teknologi digital saat ini sangat mempengaruhi banyak aspek, terutama untuk upaya aktualisasi potensi bagi kaum wanita(women empowerment). Mengapa teknologi digital sangat menantang untuk masyarakat sekarangini? Bagaimana memecahkan gap antara perkembangan teknologi dan masyarakat serta bagaimana menciptakan konektivitas untuk mendukung aktivitas masyarakat, khususnya kaum wanita? Hal inilah yang menjadi perhatian dari Indosat Ooredoo sebagai salah satu penyedia layanan telekomunikasi terbesar di Indonesia, untuk mengarah ke pasar masyarakat digital.

Menurut Deva Rachman (Head of Corporate Communications Group of IndosatOoredoo), dunia digital harus menjadi inklusif untuk dinikmati oleh semua orang. Dunia digital banyak mengubah kualitas hidup masyarakat termasuk cara berkomunikasi. Indosat Ooredoo lewat beberapa kegiatan dan produknya, berpartisipasi untuk melayani aktivitas masyarakat, terutama kaum wanita. Salah satu bentukkegiatan CSR yang dijalankan oleh Indosat Ooredoo adalah INSPERA (InspirasiPerempuan Indonesia), yang berfokus pada “womenpreneurs” di daerah pedalaman Indonesia dengan menyediakan pelatihan penggunaan mobile technology untuk para kaum wanita.

Melalui INSPERA ini, ada beberapa aktivitas yang dilakukan untuk mengoptimalisasi potensi kaum wanita seperti Coding Class Programme (Program Kelas Koding), Mobile Financial Service Training, dan IndosatOoredoo Wireless Innovation Contest. Mobile Financial Service Training merupakan cara yang dilakukan oleh Indosat Ooredoo untuk memecah gap antara teknologi digital dan masyarakat, khususnya kaum wanita. Kaum wanita dapat menerima dan mengirim uang dari rekening bank melalui telepon genggam mereka sehingga mereka bisa bekerja atau berbisnis dari rumah tanpa perlu meninggalkan anak dan tetap dapat mengurus rumah tangga.

Namun tantangan yang dihadapi adalah jaringan yang tidak stabil, terutama di luar pulau Jawa, sehingga Indosat Ooredoo meluncurkan produk yang murah sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat di luar pulau Jawa dimana kebanyakan jaringannya masih 2G. Sebagai penutup Deva menegaskan, kita khususnya kaum wanita harus siap menjadi masyarakat yang bergerak cepat dan ”melek” teknologi sehingga dapat memecah gap tersebut, terutama di daerah pedalaman Indonesia. (RH ed Ph).