GNW 2017, Tanamera, Larasati Oktavianti

Pada sesi kedua rangaian kegiatan Global Network Week 2017 di hari Rabu 15 Maret 2017, Larastika Oktavianti (Head of New Media and Distribution of Growmint Indonesia), menjelaskan bagaimana memperkenalkan kopi Indonesia via teknologi digital. Kemajuan teknologi di era digital saat ini sangat mendorong para pelaku bisnis untuk memperluas usahanya terutama dalam penggunaan internet.Hal ini pula yang sedang dilakukan oleh Tanamera Coffee Indonesia secara gencar.

Kopi Indonesia memiliki banyak ragam namun kenapa masih terdapat gap antara kopi Indonesia dengan kopi luar negeri. Pecinta kopi di Indonesia saat ini pun sangat besar, untuk itulah Tanamera memutuskan untuk mengedukasi para pecinta kopi dengan masuk ke dalam digital platform yang memang di Indonesia sendiri pun memiliki traffic yang besar. Dengan memanfaatkan media sosial yang ada, Tanamera memasarkan produk-produk yang mereka miliki dan sekalian juga memberitahu masyarakat luas bahwa Indonesia memiliki beragam jenis kopi yang tidak kalah rasanya dengan kopi buatan luar negri.

Menurut pembicara, kopi dengan kualitas tinggi berasal dari 60% biji kopi yang baik, dan 40% sisanya berasal dari cara pembuatan dan pencampuran kopi dengan susu dan bahan lainnya. Kopi Indonesia sebenarnya memiliki kualifikasi dan potensi yang layak untuk menjadi yang terbaik dan dapat bersaing dengan produk kopi luar negri.Untuk itu, selain mengedukasi para pecinta kopi tentang adanya dan banyaknya jenis kopi yang dimiliki Indonesia, Tanamera juga melakukan edukasi terhadap para petani tentang bagaimana cara bertani kopi yang baik untuk dapat menghasil kan biji kopi dengan kualitas yang tinggi. Kemudian, Tanamera juga membantu para petani kopi itu sendiri dengan membeli biji kopinya langsung dari petani kopi tersebut.

Tanamera ingin membawa kopi Indonesia ke skala internasional yang lebih tinggi. Siapa yang dapat memperkenalkan kopi Indonesia selain masyarakat Indonesia itu sendiri? (RH ed Ph).