GNW 2017, Online retail, Catherine H Sutjahyo (CEO Alfacart)

Rangkaian Kegiatan hari Ketiga Global Network Weeks 2017 Women and Digital Entrepreneurship, Rabu tanggal 15 Maret 2017 mengetengahkan pembicara Catherine Hindra Sutjahyo (CEO of Alfacart) yang memaparkan tentang pertumbuhan e-commerce di Indonesia.

Karaketeristik pasar Indonesia termasuk dalam negara dengan masyarakat digital terbesar di dunia.Namun, masih ada beberapa isu yang perlu diperhatikan untuk perkembangan e-commerce di Indonesia. Isu pertama mengenai cara pembayaran (payment issue) yang menyebabkan pertumbuhan e-commerce Indonesia tidak sefantastis seperti di Jepang dan Tiongkok. Isu kedua mengenai masalah logistik(logistic cost) dimana Produk Domestik Bruto Indonesia sebesar 27% mengarah ke biaya logistik. E-commerce tentu membutuhkan logistic untuk mendistribusikan produk kepada konsumen, dan ini masih menjadi masalah mendasar yang dihadapi oleh e-commerce Indonesia.

Isu ketiga mengenai koneksi internet (connection speed) yang masih belum merata di Indonesia. Bagaimana mungkin konsumen dapat memesan produk via e-commerce jika tidak memiliki koneksi internet yang baik? Terakhir, isu keempat mengenai kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap e-commerce (trust). Inilah yang menjadi sebuah diskusi diantara para pendiri e-commerce di Indonesia. Jika kita mampu memperbaiki keempat isu besar ini, maka berarti kita siap untuk masuk ke dalam persaingan dunia e-commerce.

Untuk itulah, Grup Alfamart menciptakan lini bisnis baru yaitu Alfacart. Dengan memanfaatkan 12.000 lebih tokonya (Alfamart) yang tersebar di seluruh Indonesia, grup Alfamart menciptakan toko online untuk mempermudah pelanggannya dalam mendapatkan produk sehari-hari. Alfacart juga dibentuk dengan harapan dapat mendistribukan produks ecara merata ke seluruh daerah di Indonesia.

Alfacart dipercaya dapat menjadi sebagian solusi dari empat masalah dalam e-commerce yang telah disebutkan sebelumnya. Payment point yang dimiliki oleh Alfacart dibuat untuk menyelesaikan payment issue di Indonesia karena masyarakat di Indonesia yang lebih suka membayar langsung dengan tunai, tidak dengan credit card pada online system. Pickup or delivery point dibuat oleh Alfacart untuk menyelesaikan logistic and distribution issue yang sering kali dihadapi oleh bisnis e-commerce, dimana terkadang harga untuk mengirim barang yang dibeli dua atau tiga kali lebih mahal dibandingkan dengan harga produk yang dibeli. Sistem pada Alfacart lainnya yang sedang dalam proses adalah drop off, return point, and purchase point.

Kunci dalam melakukan bisnis pada e-commerce adalah harus selalu dapat berpikir kedepan dan melihat tren-tren yang sedang atau akan tercipta (RH ed Ph).