Global Network Weeks 2017 - Women and Digital Entrepreneurship

Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Binis Universitas Indonesia (MM-FEB UI) kembali mengadakan Global Network Week 2017 ketiga dengan tema “Women and Digital Entrepreurship”.

Global Network Weeks (GNW) memberikan kesempatan bagi mahasiswa sekolah bisnis terkemuka di dunia yang tergabung dalam Global Network for Advanced Management (GNAM) untuk berbagi ilmu dan pengalaman dalam memecahkan persoalan bisnis regional dan dunia. Kegiatan ini diformulasikan dalam bentuk seminar, diskusi, pelatihan, kunjungan ke perusahaan dan bertemu dengan para ahli dan pebisnis sukses. GNW berlangsung secara serentak di seluruh anggota GNAM yaitu 30 sekolah bisnis terkemuka di dunia yang diprakarsai oleh Yale School of Management.

GNW MM-FEB UI 2017, “Women and Digital Entrepreneurship” akan berlangsung dari tanggal 13-17 Maret 2017 dan akan diikuti oleh Mahasiswa MM-FEB UI serta mahasiswa delegasi dari sekolah bisnis anggota GNAM.

Menurut laporan yang disusun oleh Mckinsey (Mei 2016), kesetaraan perempuan memainkan peran penting dalam meningkatkan GDP global dari $12 trilion pada tahun 2016 menjadi $28 triliun di tahun 2015. Dua factor yang menjadi penentu utama dari kesetaraan kaum perempuan: (1) Teknologi dan infrastruktur; dan (2) Pengembangan kapabilitas.

Banyak usaha kecil atau UKM di Indonesia yang dimiliki dan dikelola oleh perempuan. Hal ini terkait dengan lebih fleksibelnya waktu yang dibutuhkan untuk mengelola usaha sendiri dibandingkan dengan bekerja kantoran. Banyaknya perempuan yang memilih untuk berhenti dari pekerjaan setelah bekeluarga, namun tetap ingin berkontribusi pada kesejahteraan keluarga, akhirnya memilih untuk mengembangkan usaha.

Di satu sisi, saat ini dunia usaha diguncangkan dengan era digitalisasi. Di Indonesia, dunia usaha harus memikirkan dampak dari gelombang digitalisasi ini. Perusahan besar yang sudah kokohpun harus secara hati hati mencermati perkembangan dan karakter atau budaya pembeli dan karakter bisnis di era digital. Dengan berkembangnya teknologi, dan dampak dari digitalisasi bisnis start up maupun bisnis berbasis teknologi digital lainnya yang berkembang pesat, wajah dunia usaha di Indonesia sudah berubah.

Menurut dailysocial.net, sekarang ini terdapat setidaknya lebih dari 1500 Startup lokal yang ada di Indonesia. Menurut data yang diperoleh dari We Are Social’s Digital in 2016 Report, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 88 juta pengguna di mana terjadi peningkatan sebesar 15% dari tahun 2015, sedangkan pengguna media sosial di Indonesia sebanyak 79 juta pengguna di mana terjadi peningkatan sebanyak   10% dari tahun 2015. Potensi pengguna internet Indonesia yang semakin naik dari tahun ke tahun tentunya merupakan suatu pangsa basar yang sangat potensial untuk bisnis digital. Jarang dijumpai orang yang “Gatek (Gagap Teknologi) di kota-kota besar. Sebagian besar menggunakan media sosial dan smartphone dan hal ini merupakan modal dasar dalam pemasaran bisnis di era digital. Selain itu daya beli masyarakat yang meningkat seiring dengan naiknya pendapatan perkapita masyarakat negeri ini ikut mempengaruhi perkembangan industri digital. Hal lain yang sangat mempengaruhi adalah gaya hidup “instan dan mudah” Dimana sebagian besar orang beranggapan belanja online lebih mudah dan cepat. Dampaknya adalah, menjamurnya bisnis online yang bermula dari bisnis rumahan dapat terjangkau oleh semua kalangan dengan bantuan teknologi.

Dengan demikian, kemampuan mengelola bisnis secara online akan sangat membantu perempuan Indonesia pemilik/pengelola UKM untuk lebih mengembangkan bisnis mereka. Pengembangan kapabilitas perempuan dalam menggunakan teknologi digital untuk meningkatan level bisnis mereka, itulah sasaran dari tema GNW MM-FEB UI 2017 ini.

“Tahun ini MM-FEB UI akan mengangkat issue bagaimana dampak teknologi digital pada perempuan, terutama pengusaha perempuan, termasuk strategi untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam bisnis melalui teknologi digital. Women and Digital Entrepreneurship akan membahas persoalan yang berkaitan dengan “Perempuan dan bisnis di era digital” di keuangan dan manajemen, dukungan pemerintah, trend, pasar, dinamika di industry kreatif, keuntungan bagi masyarakat dan banyak hal lain yang dapat dipelajari dan ditelaah secara bersama mahasiswa kita dan mahasiswa asing selain mereka dapat mengenal budaya kita. Demikian juga dengan mahasiswa kita yang berangkat ke berbagai negara anggota. Mereka dapat pembelajaran dengan metode yang sama dalam topik berbeda di Negara-negara tujuan. Keuntungan lain dari kegiatan ini adalah mahasiswa dapat membangun jejaring diantara mereka sendiri ” tutur Ketua Program MM-FEB UI, Harryadin Mahardika, PhD.

Kegiatan ini akan dibuka oleh Dekan Fakutas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Prof. Ari Kuncoro, Ph.D di Gedung MM-FEB UI, Kampus UI Salemba. Menurut Prof. Ari Kuncoro, rangkaian kegiatan kemahasiswaan ini merupakan salah satu agenda yang akan dibahas lebih lanjut di tingkat para Dekan dan Direktur sekolah bisnis yang tergabung dalam GNAM, selain membahas issue issue yang berkembang di dunia pendidikan, bisnis dan manajemen karena pada intinya GNAM harus berkontribusi pada keuntungangan tak ternilai bagi mahasiswa, dunia pendidikan dan untuk kepentingan bisnis manajemen pada bulan April nanti di Yale University, New Heaven, Amerika Serikat.

Dalam kegiatan GNW MM-FEB UI 2017 peserta akan bertemu dan berdiskusi dengan wakil pemerintah di bidang dunia usaha, para CEO bisnis online yang dimotori oleh kaum perempuan, berkunjung ke Blibli.com, Womentalk dan Arwana Ceramics. Kegiatan GNW MM-FEB UI 2017 didukung oleh GDP Venture, Bibli.com, Womentalk, Indosat Ooredoo (PH ed. YS)